PENYULUHAN NARKOBA





Ilmu adalah sumber dari segala kecerdasan dan terkandung banyak keistimewaan didalam Ilmu, Rosululloh saw. sendiri berwasiat kepada Ali " Hai Ali jika kamu inginkan dunia maka dengan ilmu, jika kamu ingin akhirot maka dengan ilmu, jika kamu ingin keduanya maka dengan ilmu."
Makna lebih dalam tentang Ilmu:
Dengan Ilmu, seseorang akan menjadi tau, pandai dan tidak mudah untuk dibodohi. Setidaknya dengan ilmu seseorang bisa membedakan antara kebaikan dan kejelekan, antara haq dan batil.

ٱلْعِلْمُ حَيَاةُ ٱلإِسْلاَمِ وَعِمَادُ ٱلإِيْمَانِ وَمَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَتَمَّ ٱللهُ أَجْرَهُ وَمَنْ تَعَلَّمَ فَعَمِلَ عَلَّمَهُ ٱللهُ مَا لَمْ يَعْلَم

رواه* أبو الشيخ
“Ilmu adalah kehidupannya Islam dan tiangnya keimanan. Dan barangsiapa mengajarkan ilmu, maka Alloh akan menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa yang belajar, lantas mengamalkan(nya), maka Alloh akan mengajarkan kepadanya apa-apa yang tidak ia ketahui” (HR Abu Syaikh)

Dalam rangka mencerdaskan generasi muda dan menghindari maraknya peredaran Narkoba di kalangan generasi muda, LDII PC Kalisat bersama-sama Kapolsek Kalisat memberikan arahan dan penjelasan tentang bahaya Narkoba (17/2).  AKP Yatno Mardi WS, SH. dalam pengarahannya kepada ratusan muda-mudi menjelaskan bahwa Narkoba yang sekarang lagi trend menjerat kalangan para artis peredarannya sudah sangat mengkawatirkan. Bayak jenis dan macam dari narkoba dan sejenisnya yang pada intinya semua itu adalah bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak syaraf manusia. Mengetahui macam-macam jenis narkoba sangat penting bagi generasi muda bahkan orang tua, supaya kita tidak terpancing dengan tawaran dan iming-iming obat/permen yang ternyata adalah narkoba. Apa sih Narkoba?
Narkoba (NAPZA)
NAR = narkotika,
KO = psikotropika dan
BA = bahan berbaya
NAPZA (Narkotika-Psikotropika-Zat berbahaya)


Lebih lanjut Kapolsek Kalisat memaparkan gambar-gambar pesakitan pecandu narkoba, dampak paling ringan adalah mereka ketergantungan akibat mengonsumsi narkoba, menjadi mudah marah, banyak melamun, depresi, menjadi preman, pencuri, merampok sampai hal-hal yang semuanya mengarah pada pelanggaran hukum dan menjadi musuh masyarakat dan aparatur pemerintah (polisi) lebih parah lagi apabila tidak segera di rehabilitasi akhirnya merusak diri dan kalu sudah terkena AIDS maka yang tersisa hanyalah menunggu ajal, didunia menjadi hina dan di akhirat siksa neraka tempatnya.
Yatno Mardi mengharapkan adanya peran serta, bimbingan dan arahan dari semua orang tua terhadap anak-anak dan generasi muda, karena ternyata narkoba sangat mudah dan murah didapat. Apalagi sekarang lagi banyak beredar narkoba bentuk permen (permen gairah) yang di tujukan kepada wanita yang katanya datang dari korea. Apabila ada orang-orang yang menawarkan baik berupa permen maupun bentuk obat yang katanya bisa menyembuhkan supaya tidak mudah terpengaruh.

Berangkat dari itu semua, Kapolsek sangat antusias akan keberhasilan LDII dalam membina generasi mudanya. Antisipasi akan bahaya Narkoba tidak semua ormas dapat memberikan penjelasan kepada generasi mudanya, apalagi di LDII ternyata tidak dianjurkan untuk merokok, sehingga bahaya nikotin yang terkandung didalam rokok sendiri bisa dipastikan tidak dikonsumsi warga LDII. Heri Harjito selaku koordinator generasi muda menyampaikan bahwa warga LDII tidak dianjurkan untuk merokok dan harapan bersama-sama dengan muspika dan muspida untuk bisa terus bersinergi dalam membina generasi muda sebagai estafet generasi tua baik di pemerintahan maupun keagamaan. AKP Yatno Mardi berharap ada beberapa orang warga LDII mengikuti seleksi bintara polisi, Yatno menginformasikan bahwa tahun ini telah dibuka seleksi calon bintara polisi untuk lulusan SMA dan sederajat. Yatno juga berharap agar tidak mudah terpancing dengan bujukan orang-orang yang menawarkan bantuan untuk bisa masuk bintara polisi yang ternyata hanyalah oknum-oknum pengambil kesempatan yang sebenarnya tidak ada dan dilarang oleh pemerintah. (bob) sumber : www.ldii.or.id
PENYULUHAN NARKOBA PENYULUHAN NARKOBA Reviewed by LDII-GARUT on 03.47 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Comment

Comments

ads
Diberdayakan oleh Blogger.