LdiiInfo-Garut.Blogspot.Com

WebLog Informasi Yang Berimbang

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Rabu, 18 November 2009

MUI : Film Kiamat 2012

Diposkan oleh LDII-GARUT


Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mengharamkan bagi masyarakat yang menonton Film 2012 tentang Hari Kiamat.


Hanya MUI menghimbau agar masyarakat memandang film 2012 tentang hari kiamat tersebut hanya sebatas imajinasi saja.


Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) KH.Ma’ruf Amin mengatakan bahwa film 2012 yang menceritakan soal ramalan suku Maya bahwa akan tiba hari Kiamat pada 21 Desember 2012 jangan sampai menyesatkan pandangan orang terhadap hari Kiamat.
Menurut KH.Ma’ruf Amin, umat Islam tidak akan tersesatkan jika telah mengetahui ajaran Islam dengan baik mengenai Hari Kiamat.
Film tersebut kan hanya imajinasi saja, seolah-olah itulah gambaran Hari Kiamat dan ditahun itulah akan terjadi. Tapi kan tidak ada yang tahu dengan pasti kapan Hari Kiamat akan datang,” kata Ketua MUI kemarin (17/11)


Dikatakan juga, “saya tidak melihat ada sesuatu yang bisa menyesatkan masyarakat, selama dipandang sebatas imajinasi dari pembuat film yang mencoba menggambarkan Kiamat terjadi pada 2012. Jadi silahkan saja menonton film 2012.”
Dalam ajaran Islam dijelaskan oleh KH.Ma’ruf Amin bahwa sudah jelas terjadinya ari Kiamat diawali dengan tanda-tanda dan peristiwa-peristiwa sebelumnya. “Jadi bila umat Islam sudah mengerti mengenai ajarannya maka tidak akan sesat karena yang di film itu tidak cocok,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa Hari Kiamat tidak ada yang dapat meramal kapan datangnya.
Jangankan meramal kiamat, manusia bahkan tidak bisa mengetahui apa yang terjadi hari esok. Yang mengetahui hanya Allah SWT.”


MUI: Kiamat Tak Sama dengan yang Digambarkan 2012!







(foto: Ist)
JAKARTA - Antusiasme masyarakat dalam menonton film 2012 yang katanya menggambarkan kiamat, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan. Mereka pun membantah tanda-tanda kiamat sama seperti yang digambarkan film 2012.

"Kiamat (seperti yang digambarkan dalam Al Quran), tidak sama seperti film 2012," ungkap Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhwan Syam saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, senin (16/11/2009).

Ikhwan Syam menjabarkan, kiamat seperti yang digambarkan di dalam Alquran adalah, bumi digulung, langit runtuh, gunung diratakan. "Jadi, tidak cocok dengan yang di dalam film," katanya.

Sebagai orang yang beriman, kata Ikhwan, tidak masalah kapan menghadapi kiamat, apakah hari ini, besok, atau tiga hari ke depan. "Karena harus siap," jelasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang melarang masyarakat menonton film 2012, karena khawatir bisa mempengaruhi masyarakat terhadap kepercayaannya mengenai kiamat.

Namun, MUI Pusat belum melakukan pembahasan mengenai film tersebut. Secara perseorangan, Ikhwan Syam mengungkapkan kebanyakan ulama di MUI Pusat melihat tidak perlu ada larangan terhadap film ini, karena toh itu hanyalah tontonan belaka.

http://celebrity.okezone.com

Senin, 16 November 2009

Yaumu an-Nahr

Diposkan oleh LDII-GARUT


Kaum muslimin rohimakumulloh, sebentar lagi akan datang hari raya, yaitu Hari Raya Qurban. Orang juga menyebutnya Idul Adha atau juga disebut yaumu an-nahr dalam beberapa atsar. Apapun sebutannya itu tidak penting. Yang penting bagaimana kita bisa mengapresiasinya dan melaksanakan dalam tataran praktik yang benar sebagai bagian dari ibadah kita. Banyak orang yang masih ragu untuk berkurban setiap tahun. Ada beberapa alasan, diantaranya karena itu sunnah bukan wajib. Perkataan itu memang benar, tetapi kalau mau lebih jauh lagi sunnahnya adalah muakad - sunnah yang dikuatkan. Sebab di dalam al-quran Allah menjelaskan itu dengan tuntas. Kemudian sebagian lagi ada yang berargumen kalau hadits – hadits yang berhubungan dengan qurban ini lemah. Dengan alasan ini, maka pada kesempatan ini saya hanya ingin menunjukkan atsar yang bersumber dari quran saja. Apakah ada yang masih menyangsikan al-Quran? Padahal sebenarnya banyak sumber kuat - hadits shohih yang menerangkannya.

Visi, Misi, Tujuan & Sasaran

Diposkan oleh LDII-GARUT

 Visi


Menjadi organisasi kemasyarakatan bertaraf nasional dan berkemampuan global dalam dakwah Islam, sehingga mendorong umat Islam dan umat manusia pada umumnya memiliki kehidupan yang sejahtera berbasis kejujuran, amanah, hemat dan kerja keras, rukun, kompak dan dapat bekerjasama yang baik.


Misi


Misi LDII adalah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai dengan peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Tujuan
           
Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas hidup, peradaban, harkat dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial, serta mampu memenangkan persaingan global, berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala.


Sasaran


Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka ditetapkan sasaran sebagai berikut.
  1. Meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata;
  2. Meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air;
  3. Meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam yang berasal dari sumber-sumber ajaran Islam yang murni;
  4. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia masyarakat Islami;
  5. Meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam berbagai program pembangunan bangsa dan negara;
  6. Meningkatnya kerukunan beragama dan kesetiakawanan sosial
Untuk mecapai visi, misi dan tujuan di atas, perlu disusun Program Kerja DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta lima tahun (periode 2005-2010).
( Sumber ://ldii.or.id)

Minggu, 15 November 2009

Sejarah Garut

Diposkan oleh LDII-GARUT

Latar Belakang Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendles dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila(indigo).

Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di
Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah

Minggu, 08 November 2009

LDII Ucapkan Selamat Atas Presiden Terpilih

Diposkan oleh LDII-GARUT


Keluarga Besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengucapkan “Selamat & Sukses kepada DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof.DR.Boediono,M.Ec. yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2009-2014. Semoga Alloh Subhaanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk, rahmat, perlindungan dalam mengemban amanat rakyat”. (Hormat kami Pro.DR.Ir.KH.Abdullah Syam,M.Sc: Ketua Umum LDII). Materi ucapan selamat ini juga bisa dilihat di harian JURNAL NASIONAL, pada hari Rabu 2 September 2009 ini di halaman 3.

Rabu, 04 November 2009

Peran Kesbang-Pol Depdagri terhadap Ormas

Diposkan oleh LDII-GARUT

Undang – Undang No. 8 Tahun 1985 mengamanatkan agar setiap ORMAS dapat melaporkan keberadaannya serta kegiatan-kegiatan yang dicapainya kepada Pemerintah yang
dalam hal ini ditangani oleh Direktorat Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia yang dikenal dengan Kesbang-Pol Depdagri.


Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) salah satu ormas yang berupaya  selalu mentaati hukum yang berlaku, untuk itu LDII melakukan audiensi terhadap Direktorat Kesbang-Pol tersebut baik itu yang berada ditingkat Pusat, Provinsi dan Kab./Kota.

Selasa, 03 November 2009

DPR Minta Seluruh Pemondokan Haji 2009 di Markaziyah

Diposkan oleh LDII-GARUT

Madinah, 20/11 (MCH)--Tim Pengawas Haji dari Komisi VIII DPR RI meminta seluruh pemondokan haji 2009 berada di kawasan Markaziyah (ring I) dan tidak ada lagi di kawasan non-Markaziyah (ring II).

"Dalam rapat Panja DPR RI dengan Menteri Agama tentang BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji), kami usulkan jemaah kita berada di Markaziyah semuanya," kata pimpinan rombongan DPR RI, M Said Abdullah, di Madinah, Rabu.

Di sela-sela meninjau pemondokan di sektor V, II, dan I di Madinah, ia mengatakan jemaah haji Indonesia saat ini ada 65 persen berada di Markaziyah dan 35 persen sisanya di kawasan non-Markaziyah.

"Kalau di Markaziyah semuanya, keamanan mereka tentu lebih terjamin, karena jemaah haji yang kecelakaan umumnya dari kawasan non Markaziyah," katanya.

Selain itu, katanya, jemaah haji yang berada di kawasan non-Markaziyah juga seperti dikejar-kejar waktu untuk menggenapi Arbain (salat 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi).

"Jemaah haji yang berada di kawasan non-Markaziyah memang mendapatkan uang pengembalian pemondokan sebesar 100 riyal, tapi mereka harus mengeluarkan uang 1 riyal per-orang untuk sekali naik mobil sewaan ke Masjid Nabawi," katanya.

Ia menilai penempatan jemaah haji di kawasan Markaziyah seluruhnya akan dapat mengurangi jumlah petugas haji.

Ditanya kemungkinan penempatan seluruh jemaah haji di kawasan Markaziyah akan menyebabkan BPIH mengalami kenaikan, ia mengatakan hal itu tidak perlu terjadi, karena tanpa ada uang pengembalian sewa pemondokan mungkin cukup.

"Karena itu, saya minta tim perumahan dan katering sudah melakukan peninjauan lokasi paling akhir pada Februari mendatang," katanya.

Terkait masalah katering, ia meminta ada keseragaman kriteria katering menyangkut peralatan dan lokasi yang higienis.

"Kalau seperti perusahaan katering Al-Ikhwan yang diduga menyebabkan 89 jemaah haji asal kloter JKS 20 dan JKS 32 mengalami diare itu, saya kira perlu ditinjau ulang, karena peralatan dan dapur mereka tidak higienis," katanya.

Kunjungan anggota DPR RI selama dua hari (18-19/11) itu diikuti 10 orang yang dipimpin M Said Abdullah (FPDIP).

Anggota lainnya, Chairun Nisa (FPG), Hilman Rosyad Shihab (FPKS), Imam Supardi (FPG), Chumaidi MS (FPG), Widada Bujowiryono (FPDIP), Siti Soepami (FPDIP), Syafriansah (FPPP), Farida Padmo (FPD), dan Badriyah Fayumi (FKB).

Hari pertama (18/11), mereka mengadakan rapat kerja (raker) dengan petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah, kemudian meninjau pelayanan katering bagi jemaah haji.

Hari kedua (18/11), rombongan anggota DPR RI meninjau pemondokan, kemudian sore harinya dijadwalkan berangkat ke Mekkah untuk melakukan peninjauan pelayanan haji yang sama di Mekkah terkait pemondokan dan katering.(Edy M Yakub)
(Sumber http://haji.depag.go.id)

Kisah Nabi Muhammad Akan Difilmkan

Diposkan oleh LDII-GARUT


Kisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar. Adalah Almoor Hodings, perusahaan media yang berbasis di Qatar, mendanai film yang
akan diproduseri Barrie Osborne, yang pernah menggarap The Lord of the Rings dan The Matrix.

Rencana proyek senilai 150 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) ini diumumkan di Qatar, Minggu (1/11). Selain Osborne, acara ini dihadiri Dr Yousuf Al Qardawi, pengamat sejarah Islam terkemuka di Doha dan Ahmed Al Hashemi, Direktur Alnoor Holdings.