TIGA (3) MOTTO LDII:

[1] “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung” [ Q.S. Ali Imron, ayat: 104 ]

[2] “Katakanlah ini lah jalan (agama)-ku, dan orang–orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah dan aku tiada termasuk golongan orang yang musyrik” [ Q.S. Yusuf, ayat:108 ]

[3] “Serulah (semua manusia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik” [ Q.S. An-Nahl, ayat 125 ].
Live from Mekkah

DEWAN PIMPINAN DAERAH LDII KAB. GARUT

Jl. Patrakomala No 05 Tarogong Kidul - Garut Telp (0262) 232076

Mufti Mekah Kunjungi Pondok Pesantren Walibarokah

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma’had Haram Mekah, (7/04/2011)

LDII Go Green 2010 , Generasi Muda LDII Kab. Garut Tanam 1.000 Pohon Di Bukit Gunung Cikuray

Perhatian terhadap lingkungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi organisasi masyarakat Islam pun tidak ketinggalan. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berkomitmen mengurangi global warming.

15 Tokoh Perempuan Garut Terima Penghargaan Bupati

Bupati Garut H. Aceng HM Fikri,S.Ag memberikan penghargaan kepada 15 orang tokoh Perempuan Garut. 1 diantaranya dari LDII

Informasi resmi dari DPD LDII KAB. GARUT melalui internet hanya disampaikan dari website resmi DPD - http://www.ldiiInfo-Garut.Blogspot.Com. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

Senin, 14 April 2014

KEGIATAN REMAJA LDII GARUT DALAM PEMBANGUNAN GEDUNG PPG



Pada hari Minggu tanggal 13 April 2014, Remaja LDII Garut mengadakan kegiatan amal dalam rangka turut mensukseskan pembangunan Gedung PPG Remaja. Kegiatan ini bertujuan agar para remaja dapat mengaplikasikan ilmu agama yang selama ini diperoleh untuk beramal sholih sebagai salah satu bentuk ibadah.  Selain itu agar para remaja juga terampil dan mandiri sesuai salahsatu target dari Tri Sukses Generus yaitu mandiri termasuk dalam hal ibadah.





Sabtu, 12 April 2014

PILEG 2014 : Sekretariat LDII Garut digunakan sebagai TPS 02 Kelurahan Pataruman



Pelaksanaan Pileg DPR,DPD,DPRD  tanggal 09 April 2014 di Kabupaten Garut berjalan lancar dan kondusif, salah satunya di TPS 02 yang berlokasi di halaman parkir Sekretariat DPD LDII Kab Garut Jln. Pataruman Gg Sukasari I No 354 Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul Kab Garut.
Menurut Ketua KPPS TPS 02 Drs. Suryana yang juga ketua DKM Mesjid Baitul Makmur, Ketua PAC LDII Kelurahan Pataruman mengatakan : Sejak Tahun 1971 saya dipercaya menjadi Ketua KPPS, Ahamdulillah pada pelaksanaan Pileg 2014 ini berjalan lancar dan kondusif sejak persiapan, pelaksanaan dan perhitungan suara mulai pukul 07.00 s/d pukul 01.00 dini hari, tercatat dari 280 DPT, yang hadir melaksanakan aspirasi politiknya sebanyak  206 DPT ( 73,5%), setelah beres perhitungan suara langsung dilaporkan ke PPS Kelurahan Pataruman malam itu Juga.
Menurut Babinsa Bpk Cecep dan Babinkamtibmas Bpak Tedi   Kelurahan Pataruman  lokasi TPS 02 RW 01 lokasi TPS 02 RW 01 sangat strategis salah satu TPS terbaik, rapi, tempat parkir yang cukup luas.
Lebih lanjut Ketua KPPS Drs.Suryana mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil KPPS 02 RW 01 beserta warga masyarakat yang telah bekerjasama melancarkan kegiatan pileg tersebut, semoga hasil yang diperoleh memilih wakil rakyat dapat memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat..
Personil KPPS TPS 02 RW 01 Kelurahan Pataruman Kec Tarogong Kidul Kab Garut :
Ketua                    : Drs. Suryana
Anggota               :     1. Gita Rizqa Paramadia, A.Md.IT
                                  2. Rustandi
          3. Aan Yani (Ketua RT 01)
                                  4. Mumun Munawaroh, S.Ip
                                  5. Bukhori Muslim, SE
                                  6. Ai Yuningsih
                                  7. Ikin Sodiqin (Linmas)
                                  8. Jiji Suryadi  (Linmas)


Dari kanan-kiri : Bukhori Muslim, Gita Rizka, Mumun M, Ai Yuningsih,
Aan Yani, Rustandi, Drs. Suryana dan Ikin Sodikin






Senin, 31 Maret 2014

PEMANASAN GLOBAL-GO GREEN LDII

FGD LDII: Melirik Kayu Sebagai Energi Alternatif

Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan dan energi nasional, LDII mengelar focus group discussion (FGD) terkait hal tersebut. Bertempat di Wisma LDII, Patal Senayan (29/3) Dr. Yetti Rusli, M.Sc. membuka diskusi dengan pemaparan peran manusia dalam mempertahankan keberlanjutan energi di bumi. Menurut Yetti energi yang selama ini digunakan (energi fosil) tidak dapat digunakan terus menerus dan diandalkan sebagai sumber energi. Selain itu energi fosil juga akan habis dan menimbulkan efek emisi yang menjadi efek rumah kaca, penyebab utama pemanasan global saat ini.
Yetti yang juga menjadi peneliti di Kementrian Kehutanan ini mengatakan selama ini pola pikir pemimpin kita terjebak hanya untuk memikirkan teknologi strategis. Padahal menurutnya saat ini kita harus berpikir lebih global tiga lapis ke depan dan belajar dari tiga lapis sejarah di belakang. "Hal tersebut penting dilakukan agar pola pikir tidak terpengaruh dengan bisikan luar yang menyesatkan," jelasnya.
Yetti dalam diskusi mencoba menganggat energi biomassa yang bersumber dari hutan dan pertanian sebagai alternatif pendukung energi fosil yang selama digunakan. Pasalnya energi yang selama ini digunakan dinilai masih kurang dan perlu ditingkatkan produksinya. Pada tahun 2025 diprediksi penduduk Indonesia mencapai 9 miliar yang berarti membutuhkan 60-70% energi tambahan. Energi biomassa atau yang lebih dikenal dunia dengan wood biomass energy ini merupakan alternatif yang baik untuk diambil Indonesia. Mengingat letak geografis Indonesia yang berada di daerah tropis.
Serupa dengan batu bara yang selama ini dilakukan, pemanfaatan energi biomassa juga memanfatkan kandungan karbon dalam kayu sebagai bahan bakar. Akan tetapi hal ini berbeda bila dilihat dari sumber dan emisi yang dihasilkan. Pada batu bara bersumber dari dalam perut bumi dan tidak dapat diperbaharui. Selain itu batu bara juga meningkatkan emisi CO2 di atmosfer. Sebaliknya pada energi biomassa sumbernya dapat diperbaharui dan emisi yang dihasilkan merupakan CO2 yang sebelumnya diserap dari atmosfer. Jadi tidak akan menambah jumlah CO2 bebas. Dengan teknologi terkini dan komputerisasi memungkinkan energi yang dihasilkan oleh kayu dapat beberapa kali lipat lebih besar dibandingkan batu bara.
 "Sejak dulu nenek moyang kita sudah mengajarkan kita memasak dengan kayu bakar yang diambil dari halaman belakang rumah. Sama seperti Indonesia di halamannya banyak hutan dan kayu yang melimpah. Nah tinggal bagaimana kita memanfaatkannya saat ini" jelas Yetti.
Meskipun Korea, Swedia, Amerika, dan banyak negara Eropa sudah banyak negara yang mengembangkan energi ini, ide Yetti masih dihadapkan beberapa pandangan miring. Mulai dari pandangan bahwa kondisi hutan kita saat ini memprihatinkan, emisi CO2 yang dihasilkan, serta hilangnya fungsi hutan apabila ini dilakukan.Akan tetapi Yetti menampik hal tersebut.
Perwakilan Indonesia, dalam Forest Day CIFOR yang diselenggarakan ITTO dan IUCN ini memaparkan saat ini kondisi hutan Indonesia dalam kondisi yang sangat baik. Penebangan hutan produksi menurutnya dapat memaksimalkan kemampuan hutan dalam menyerap CO2 bebas di udara. Teknologi short rotation coopice system  juga dapat diterapkan guna mempercepat waktu tumbuh individu kayu yang dibudidaya.
Di akhir sesi pemamparannya Yetti mengutip sebuah kaliamat di dalam buku Earth and Faith yang diterbitkan UNEP pada tahun 2000. "The spiritual challenge of the ecological crisis draws us back to our religious tradition....". Peningkatan intelektual manusia saat ini kini semakin meningkatkan meningkatkan pemahaman spiritual sehingga kesadaraan akan agama semakin baik. Dari tulisan tersebut Yetti berusaha menyampaikan bahwa berbagai kejadiaan yang selama ini terjadi (termasuk krisis energi) mengajak kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah. Dalam agama telah banyak perintah-perintah yang menuntun manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi dan kelestariannya. (Bahrun/foto: Wikipedia.com/LINES) , sumber : ldii.or.id


Share